Minggu, 17 Juni 2012

Agar Pelembab Bekerja Sempurna di Kulit Wajah
|
Share:
KOMPAS.com - Moisturizer atau pelembab merupakan salah satu produk perawatan kulit wajah yang wajib digunakan. Aplikasi pelembab pada wajah berguna untuk menjaga kandungan air pada wajah, agar kulit wajah tidak kering dan terlihat kusam. Namun, untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari pelembab, cara penggunaannya juga harus tepat. Menurut buku Beauty: The New Basic karya Rona Berg, langkah aplikasi pelembab yang tepat adalah:
1. Tak perlu gunakan terlalu banyak
Karena tidak berwarna, biasanya orang beranggapan bahwa pelembab ini harus digunakan tebal-tebal pada wajah. Padahal sebenarnya, pelembab tidak perlu digunakan terlalu banyak. Rona Berg menuliskan bahwa sebenarnya Anda hanya perlu menggunakan pelembab seukuran uang receh kecil saja di telapak tangan. Kemudian tutul-tutulkan dengan ujung jari tangan pada seluruh bagian wajah, lalu ratakan.
2. Usapkan dengan gerakan melingkar ke atas
Cara mengoleskan pelembab pada wajah juga ada triknya sendiri. Saat mengoleskan pelembab, buatlah gerakan melingkar ke bagian atas wajah. Hal ini berfungsi untuk membuka pori-pori kulit wajah agar penyerapan pelembab menjadi mudah. Pada saat yang sama, gerakan itu juga berfungsi untuk memijat wajah. Namun, jika Anda memiliki kulit berminyak, sebaiknya hindari pemijatan terlalu lama. Pemijatan akan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi minyak lebih banyak pada wajah.
3. Lakukan dengan lembut
Ketika mengaplikasikan pelembab pada area bawah mata, lakukan dengan sangat perlahan. Sebab, kulit bawah mata merupakan kulit paling sensitif di bagian wajah. Setelah mengoleskan pelembab di area bawah mata, gunakan empat jari Anda (kecuali ibu jari) untuk melakukan sedikit pijatan mulai dari bagian terluar area mata menuju ke dekat hidung. Lakukan hal ini minimal dua kali sehari, sebelum menggunakan make-up dan sebelum tidur.

Cara Menghindari Keracunan Makanan

irma weny simanjuntak

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Keracunan makanan dapat menimbulkan rasa sakit perut parah, mual, muntah, diare dan bisa disertai dengan demam. Penyebab dari keracunan makanan bisa bermacam-macam.

Tapi penyebab paling umum adalah adanya bakteri yang terkandung di dalam makanan akibat makanan tersebut rusak, tidak dimasak dengan benar atau terkontaminasi pestisida. Seperti yang dikutip dari Health, ini dia enam cara menghindari terkena keracunan makanan.

1. Belanja dengan Bijak
Menurut Sarah Klein, staff pengacara untuk Center for Science in the Public Interest (CSPI) --sebuah organisasi advokasi konsumen di Washington, D.C, cara menghindari keracunan makanan dimulai dari saat membelinya. "Pilih makanan dengan sangat hati-hati. Lihat tanggal kadaluawarsa dan apakah perlu disimpan dalam suhu yang tepat," ujar Klein.

2. Cuci dengan Benar
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang produk makanan, termasuk saat akan mencuci buah dan sayur. Jangan lupa juga membersihkan sisa-sisa tanah dan kotoran yang menempel. Gunakan sikat gigi atau sikat yang lembut untuk membersihkan pestisida dari buah dan sayur, serta tetap gunakan air yang mengalir.

3. Pisahkan Makanan Mentah & Matang
Jangan menggunakan talenan yang sama saat memotong daging mentah dan telur rebus yang akan segera Anda persiapkan ke atas piring. Menggunakan alat yang sama akan menyebabkan kontaminasi silang, ini merupakan cara penyebaran bakteri paling mudah. Usai membilas daging mentah, cuci selalu wastafel.

4. Hindari Telur Mentah
Telur mentah seringkali dikaitkan dengan 352 wabah keracunan makanan sejak 1990. Bakteri Salmonella yang terkandung di dalamnya, merupakan salah satu penyebab paling umum dari kearcunan makanan.

5. Perhatikan Temperatur Makanan
Hanya karena kulit ayam panggang berubah menjadi kecoklatan, bukan berarti bagian dalam makanan itu sudah matang sempurna. Yang Anda perlukan adalah mengukur suhunya dengan termometer makanan. Ayam harus mencapai 165 derajat Celcius, sedangkan daging steak 145 derajat Celsius.

6. Ingat Aturan 2-2-4
Gunakan aturan praktis 2-2-4. Jangan taruh makanan di wadah tidak tertutup selama lebih dari 2 jam, dinginkan di dalam kulkas dengan kedalamam kurang dari 2 inci dan bekukan makanan sisa sebelum berumur empat hari. Jika Anda ragu dengan kondisi serta umur makanan, lebih baik segera membuangnya.